Kelinci sumatra atau Nesolagus netscheri tercatat sebagai kelinci paling langka di dunia. Hewan ini dinyatakan hampir punah oleh International Union for Conservation of Nature. Sebelumnya, hewan ini pernah dikira punah hingga pada tahun 1990-an berhasil terfoto oleh seseorang.
Kelinci ini terletak pada tempat yang sangat terisolasi, hanya terdapat di hutan-hutan Bukit Barisan, Sumatra. Karena mereka terletak di tempat yang sangat terisolasi, informasi tentang perilaku dan habitatnya sangat minimal. Bahkan, masyarakat setempat tak memiliki bahasa lokal untuk menyebutnya dan ada yang tak menyadari keberadaannya.
Berdasarkan informasi yang sangat minimal itu, diketahui bahwa kelinci ini aktif pada malam hari. Di siang hari, mereka menghabiskan waktu untuk bersembunyi di dalam liang yang ditinggalkan hewan lain. Sejauh ini, tak ada bukti bahwa mereka menggali lubangnya sendiri.
Kelinci sumatra terlihat menarik sebab memiliki warna bulu yang bermotif garis. Diperkirakan, warna bulu tersebut dimiliki agar kelinci itu bisa menyesuaikan diri dan bersembunyi di dasar hutan hujan tropis. Secara umum, kelinci ini memiliki bulu yang tebal dan lembut, garis-garis yang berwarna coklat kacang, serta satu garis yang memanjang dari tengkuk hingga ekor. Ciri lainnya adalah memiliki ekor warna merah, berbobot lebih kurang 1,5 kg, dan telinga yang lebih kecil dari kelinci umumnya.
Kelinci ini tidak mencari makan seperti hewan lainnya yang berkeliling wilayah tertentu. Mereka memilih untuk hanya berada di daerah sekitar liangnya dan memakan tanaman apa saja yang ada di sana. Tentang reproduksinya, belum ada data yang cukup jelas karena kajian tentang jenis kelinci ini jarang.
Sumber: nationalgeographic.co.id
Selasa, 23 Agustus 2011
Mengapa Kucing Tidak Bisa Jatuh Terbalik?
Anda mungkin pernah liat kucing yang jatuh dari tempat tinggi bisa mendarat dengan mulus dan tidak mengalami cedera. Mengapa bisa? Hal ini terjadi karena kucing (dan beberapa hewan lain) punya sistem keseimbangan dan koordinasi yang luar biasa. Sistem inilah yang membuat kucing, ketika jatuh, akan menyadari dalam posisi apa dia jatuh. kalau dia jatuh dalam posisi terbalik, dia akan segera memutar tubuh sehingga kakinya berada di sebelah bawah, dan bersiap untuk mendarat.
Mendaratnya juga tidak asal meregangkan kaki. Kalau manusia jatuh dari tempat tinggi dengan kaki ke bawah, biasanya tulang kakinya pasti patah, namun kalau kucing, mereka setelah memutar kaki ke bawah, segera meregangkan kakinya sehingga angin menahan jatuh tubuhnya. Dan saat bersentuhan dengan tanah, kakinya langsung ditekuk supaya mengecilkan efek jatuhnya.
Rekor tertinggi pernah tercatat bahwa kucing pernah jatuh dari ketinggian lantai 46 tingkat (walaupun sambil jatuh dia sempat mantul-mantul ke kanopi) dan tetap bisa bangun dan berjalan dengan agak terpincang. Luar biasa, bukan? kalau manusia mungkin sudah mati. Tapi penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi kucing jatuh, makin banyak tulangnya yang patah. Tapi hanya sampai batas lantai 5 tingkat. Lebih dari itu, jumlah tulang kucing yang patah menurun drastis, apalagi kalau semakin tinggi.
Rahasianya adalah, kucing (dan beberapa hewan lainnya) memiliki terminal velocity, yaitu kecepatan jatuh maksimum -sebesar 60 mil perjam-. Saat kucing jatuh, kecepatan jatuh si kucing makin bertambah. Ternyata, saat kecepatan jatuh kucing mencapai terminal velocity, di saat itulah kucing merasa paling rileks dan nyaman. Maka dia mulai meregangkan kakinya seperti bajing loncat untuk mengurangi efek jatuhnya. Nah itulah sebabnya semakin tinggi kucing jatuh, semakin memberikan kesempatan untuk merasa rileks. Itu juga sebabnya bila kucing dijatuhkan dari tempat yang rendah, dia ga sempat ngerasa rileks, sehingga jatuhnya lebih terasa.
Sumber: floradanfauna.wordpress.com
Mendaratnya juga tidak asal meregangkan kaki. Kalau manusia jatuh dari tempat tinggi dengan kaki ke bawah, biasanya tulang kakinya pasti patah, namun kalau kucing, mereka setelah memutar kaki ke bawah, segera meregangkan kakinya sehingga angin menahan jatuh tubuhnya. Dan saat bersentuhan dengan tanah, kakinya langsung ditekuk supaya mengecilkan efek jatuhnya.
Rekor tertinggi pernah tercatat bahwa kucing pernah jatuh dari ketinggian lantai 46 tingkat (walaupun sambil jatuh dia sempat mantul-mantul ke kanopi) dan tetap bisa bangun dan berjalan dengan agak terpincang. Luar biasa, bukan? kalau manusia mungkin sudah mati. Tapi penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi kucing jatuh, makin banyak tulangnya yang patah. Tapi hanya sampai batas lantai 5 tingkat. Lebih dari itu, jumlah tulang kucing yang patah menurun drastis, apalagi kalau semakin tinggi.
Rahasianya adalah, kucing (dan beberapa hewan lainnya) memiliki terminal velocity, yaitu kecepatan jatuh maksimum -sebesar 60 mil perjam-. Saat kucing jatuh, kecepatan jatuh si kucing makin bertambah. Ternyata, saat kecepatan jatuh kucing mencapai terminal velocity, di saat itulah kucing merasa paling rileks dan nyaman. Maka dia mulai meregangkan kakinya seperti bajing loncat untuk mengurangi efek jatuhnya. Nah itulah sebabnya semakin tinggi kucing jatuh, semakin memberikan kesempatan untuk merasa rileks. Itu juga sebabnya bila kucing dijatuhkan dari tempat yang rendah, dia ga sempat ngerasa rileks, sehingga jatuhnya lebih terasa.
Sumber: floradanfauna.wordpress.com
10 Pohon Paling Populer di Dunia
1. Pohon Boab Prison
Pohon Boab Prison adalah pohon yang memiliki ruangan didalamnya, pohon ini terletak di selatan kawasan Derby di kawasan tradisional bagian barat Australia.
Reputasi yang begitu terkenal didapat karena pada tahun 1890 digunakan untuk mengurung para kriminal suku asli Australia
saat perjalanan menuju Derby sebelum dihukum. Dewasa ini, pohon ini dipagari agar terlindung dari tindakan perusakan.
2. Pohon Oak Mayor
Pohon Oak Mayor adalah pohon oak raksasa di jantung hutan Sherwood, Nottinghamshire, Inggris. Berdasarkan cerita rakyat setempat, pohon ini dijadikan tempat bersembunyi Robin Hood ketika dirinya dan kelompoknya ditangkap. Pohon terkenal ini berusia sekitar 800 sampai 1000 tahun.
Pada tahun 1790, Mayor Hayman Rooke, seorang pengamat barang antik terkenal, memasukkan pengamatannya tentang bibit pohon oak kuno di Sherman kedalam bukunya, sehingga pohon ini diberi nama Pohon Oak Mayor.
3. Pohon Kehidupan (Tree Of Life)
Sumber: jadiberita.com
Pohon Boab Prison adalah pohon yang memiliki ruangan didalamnya, pohon ini terletak di selatan kawasan Derby di kawasan tradisional bagian barat Australia.
Reputasi yang begitu terkenal didapat karena pada tahun 1890 digunakan untuk mengurung para kriminal suku asli Australia
saat perjalanan menuju Derby sebelum dihukum. Dewasa ini, pohon ini dipagari agar terlindung dari tindakan perusakan.
2. Pohon Oak Mayor
Pohon Oak Mayor adalah pohon oak raksasa di jantung hutan Sherwood, Nottinghamshire, Inggris. Berdasarkan cerita rakyat setempat, pohon ini dijadikan tempat bersembunyi Robin Hood ketika dirinya dan kelompoknya ditangkap. Pohon terkenal ini berusia sekitar 800 sampai 1000 tahun.
Pada tahun 1790, Mayor Hayman Rooke, seorang pengamat barang antik terkenal, memasukkan pengamatannya tentang bibit pohon oak kuno di Sherman kedalam bukunya, sehingga pohon ini diberi nama Pohon Oak Mayor.
3. Pohon Kehidupan (Tree Of Life)
Pohon Kehidupan yang berada di Bahrain ini merupakan pohon yang sangat penyendiri dan hidup ditengah-tengah gurun yang kering. Pohon ini diperkirakan berumur 400 sampai 500 tahun lamanya. Akarnya yang panjang mungkin saja menemukan sumber air bawah tanah, namun tetap saja sangat ajaib melihat organisme hijau tumbuh di gurun yang luas dan kering. Penduduk lokal berpikir dulunya, kawasan pohon ini hidup adalah Taman Eden.
4. Pohon Socotra Dragon
Pohon ini juga dikenal dengan pohon darah naga karena mengeluarkan getah yang berwarna merah. Hidup di pulau Socotra yang terkenal karena keaslian dan keanekaragaman hayati mengantarkan pulau ini sebagai salah satu warisan budaya UNESCO yang ada di Yaman. Bentuk pohon yang unik seperti payung-payung ini memiliki kelebihan tersendiri bagi pohon ini untuk bertahan karena hidup dikawasan yang bersuhu sangat panas sehingga mampu membantu mengurangi proses penguapan karena terlindung oleh dedaunannya yang rimbun.
5. Pohon General Sherman
Pohon General Sherman adalah pohon jenis Sequoia raksasa yang terletak di Hutan Rimbun Sequoia di kawasan rekreasi nasional terkenal di California. Pohon yang terkenal ini merupakan pohon-pohon yang memiliki ukuran paling besar di dunia. Sebenarnya, jika dihitung dari volumenya, lima dari sepuluh pohon terbesar di planet kita ini terletak dikawasan hutan yang berada di California tersebut. Salah satu yang memiliki tinggi 85 meter merupakan Pohon General Sherman yang terbesar diantara yang lain. Proses tumbuhnya hungga besar seperti itu diperkirakan membutuhkan waktu sampai 2700 tahun lamanya.
6. Pohon Cedar Dewa
Pohon-pohon Cedar Dewa membentuk hutan kecil dikawasan utara Lebanon. Pepohonan ini merupakan tumbuhan yang mampu bertahan dari hutan kuno yang terdiri dari berbagai macam pohon cedar di Lebanon yang pernah menghiasi kawasan ini pada jaman dahulu. Pohon cedar ini disebut di Alkitab sebanyak tujuh puluh kali. Orang Mesir kuno menggunakan getahnya dalam proses pemumian.
7. Pohon Arbol del Tule
Pohon Árbol del Tule, adalah pohon jenis Montezuma Cypress yang terletak di kota María del Tule di Oaxaca, Meksiko. Memiliki dahan yang paling besar diantara jenis pepohonan yang hidup di bumi. Pohon ini begitu besar sehingga sempat diperkirakan terdiri dari beberapa pohon, namun setelah dites DNA membuktikan bahwa dahan tersebut berasal dari satu pohon saja. Proses pertumbuhan pohon ini diperkirakan 2000 - 3000 tahun lamanya.
8. Pohon Kapas
Pohon Kapas merupakan simbol bersejarah bagi Freetown, kota sibuk di Sierra Leone. Berdasarkan cerita dari mulut ke mulut, Pohon Kapas menjadi simbol penting pada tahun 1792 ketika kelompok mantan Serikat Budak Afrika mendapatkan kemerdekaannya dengan bertempur melawan penjajah Inggris saat penduduk Amerika memperjuangkan hak serupa pada Inggris.
9. Pohon Baobab
Pohon Baobab merupakan kelompok pohon terkenal yang berbaris di jalanan berdebu yang menghubungkan Morondava dan Belon’i Tsiribihina di bagian barat Madagaskar. Pemandangan yang unik ini mendatangkan berbagai turis dari seluruh dunia, sehingga mengantarkan jalan ini sebagai tempat paling banyak dikunjungi dikawasan ini. Pohon Baobab yang tumbuh selama lebih dari 800 tahun ini tidak hanya tumbuh di kawasan terpencil namun juga dibeberapa hutan eksotis di Madagaskar. Dengan berjalannya waktu, populasi bertambah, hutan-hutan di tebang untuk lahan pertanian sehingga menyebabkan hanya beberapa pohon Baobab yang tersisa.
10. Pohon Bodhi
Pohon ini begitu suci dan terkenal bagi umat Buddha, karena dibawah pohon ini, Siddharta Gautama mendapatkan pencerahan. Pohon Bodhi yang berarti Pohon Kebangkitan dan terletak di Bodhgaya, India. Menurut umat Buddha, pohon Bodhi merupakan pusat dari alam semesta. Umat yang melakukan perjalanan suci ke Bodhgaya mengambil biji dan daun pohon Bodhi untuk dibawa pulang maupun disimpan di wihara. Sangat umum ketika kita memasuki areal wihara dan terdapat setidaknya satu pohon Bodhi dipekarangannya.
Sumber: jadiberita.com
F - 22 Raptor
F-22 Raptor adalah pesawat tempur siluman buatan Amerika Serikat. Pesawat ini awalnya direncanakan untuk dijadikan pesawat tempur superioritas udara untuk digunakan menghadapi pesawat tempur Uni Soviet, tetapi pesawat ini juga dilengkapi peralatan untuk serangan darat, peperangan elektronik,dan sinyal intelijen,versi prototipnya diberi nama YF-22.
F-22 menggunakan radar AN/APG-77 AESA yang dirancang untuk operasi superioritas udara dan serangan darat, yang sulit dideteksi pesawat lawan, menggunakan apertur aktif, dan dapat melacak beberapa target sekaligus dalam cuaca apapun. AN/APG-77 mengganti frekuensinya 1.000 kali setiap detik, membuatnya juga sangat sulit dilacak. Radar ini juga dapat memfokuskan emisi terhadap sensor lawan, membuat pesawat lawan mengalami gangguan.F-22 juga dirancang untuk mengeluarkan emisi infra-merah yang lebih sulit untuk dilacak oleh peluru kendali "pencari panas".
F-22 dirancang untuk membawa peluru kendali udara ke udara yang tersimpan secara internal di dalam badan pesawat agar tidak mengganggu kemampuan silumannya. Peluncuran rudal ini didahului oleh membukanya katup persenjataan lalu rudal didorong kebawah oleh sistem hidrolik
dibawah ini spesifiakasi persenjataannya:
* Meriam: 1× 20 mm (0,787 in) M61A2 Vulcan gatling gun di pangkal sayap kiri, 480 butir peluru
* Udara ke udara:
* 6× AIM-120 AMRAAM
* 2× AIM-9 Sidewinder
Udara ke darat:
* 2× AIM-120 AMRAAM dan
* 2× AIM-9 Sidewinder dan salah satu:
o 2× 1.000 lb JDAM atau
o 2× Wind Corrected Munitions Dispensers (WCMDs) atau
o 8× 250 lb GBU-39 Small Diameter Bomb
dibawah ini spesifiakasi persenjataannya:
* Meriam: 1× 20 mm (0,787 in) M61A2 Vulcan gatling gun di pangkal sayap kiri, 480 butir peluru
* Udara ke udara:
* 6× AIM-120 AMRAAM
* 2× AIM-9 Sidewinder
Udara ke darat:
* 2× AIM-120 AMRAAM dan
* 2× AIM-9 Sidewinder dan salah satu:
o 2× 1.000 lb JDAM atau
o 2× Wind Corrected Munitions Dispensers (WCMDs) atau
o 8× 250 lb GBU-39 Small Diameter Bomb
Kru: 1
Panjang: 62 kaki 1 in
Lebar sayap: 44 kaki 6 in
Tinggi: 16 kaki 8 in
Luas sayap: 840 kaki²
Airfoil: NACA 64A?05,92 akar, NACA 64A?04,29 ujung
Bobot kosong: 31.670 lb
Bobot terisi: 55.352 lb
Bobot maksimum lepas landas: 80.000 lb
Mesin: 2× Pratt & Whitney F119-PW-100 Turbofan pengarah daya dorong pitch, 35.000 lb masing-masing
Panjang: 62 kaki 1 in
Lebar sayap: 44 kaki 6 in
Tinggi: 16 kaki 8 in
Luas sayap: 840 kaki²
Airfoil: NACA 64A?05,92 akar, NACA 64A?04,29 ujung
Bobot kosong: 31.670 lb
Bobot terisi: 55.352 lb
Bobot maksimum lepas landas: 80.000 lb
Mesin: 2× Pratt & Whitney F119-PW-100 Turbofan pengarah daya dorong pitch, 35.000 lb masing-masing
Laju maksimum: ≈Mach 2,42 (2.575 km/jam) pada altituda/ketinggian tinggi 
Laju jelajah: Mach 1,72[18] (1.825 km/h) pada altituda/ketinggian tinggi
Jarak jangkau ferri: 2.000 mi
Batas tertinggi servis: 65.000 kaki
Laju panjat: rahasia
Beban sayap: 66 lb/kaki²
Dorongan/berat: 1,26
Maximum g-load: −3/+9 g
Laju jelajah: Mach 1,72[18] (1.825 km/h) pada altituda/ketinggian tinggi
Jarak jangkau ferri: 2.000 mi
Batas tertinggi servis: 65.000 kaki
Laju panjat: rahasia
Beban sayap: 66 lb/kaki²
Dorongan/berat: 1,26
Maximum g-load: −3/+9 g
Mesin turbofan ganda Pratt & Whitney F119-PW-100 F-22 memiliki kemampuan pengarah daya dorong. Pengarah ini bisa mengatur perputaran axis pitch sampai sekitar 20°. Daya dorong maksimum mesin ini masih dirahasiakan, namun diperkirakan sekitar 35.000 lbf (156 kN) per turbofan. Kecepatan maksimum pesawat ini diperkirakan sekitar Mach 1,2 menurut Lockheed Martin, kecepatannya "lebih dari Mach 2,0" (2.120 km/jam).
F-22 juga bisa bermanuver dengan sangat baik pada kecepatan supersonik maupun subsonik. Penggunaan pengarah daya dorong membuatnya bisa berbelok secara tajam, dan melakukan manuver ekstrem seperti Manuver Herbst
Dalam latihan militer di Alaska pada Juni 2006, para pilot F-22 menyebut bahwa kemampuan terbang pada ketinggian yang lebih tinggi dari pesawat lain merupakan salah satu faktor penentu kemenangan mutlak F-22 pada latihan tersebut.
Dalam latihan militer di Alaska pada Juni 2006, para pilot F-22 menyebut bahwa kemampuan terbang pada ketinggian yang lebih tinggi dari pesawat lain merupakan salah satu faktor penentu kemenangan mutlak F-22 pada latihan tersebut.
Amalan Rasulullah di 10 Malam Terakhir
Rasulullah SAW mengencangkan ikat pinggang, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya, seperti yang diutarakan Aisyah RA.
Pada 10 malam akhir Ramadan, Rasulullah SAW mengkhususkan dengan amalan-amalan yang tidak biasa beliau lakukan pada bulan atau malam-malam yang lain, di antaranya:
1. Menghidupkan malamnya dengan memperbanyak salat, ada yang mengatakan sampai pagi, meskipun Aisyah RA mengatakan: "Aku tidak pernah mengetahui Rasulullah salat malam hingga pagi."
2. Rasulullah SAW membangunkan keluarganya untuk salat pada malam-malam sepuluh hari terakhir, sedang pada malam-malam yang lain tidak melakukan demikian.
3. Bahwasanya Nabi SAW mengencangkan kainnya. Maksudnya beliau menjauhkan diri dari menggauli istri-istrinya.
4. Mensegerakan berbuka dan sahur diakhirkan.
5. Mandi antara Maghrib dan Isya.
6. I'tikaf, Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Aisyah RA: "Bahwasanya Nabi SAW senantiasa ber-i'tikaf pada sepuluh hari terakhir dari Ramadan,hingga Allah mewafatkannya."
Orang yang beri'tikaf telah mengikat dirinya untuk taat kepada Allah, berzikir dan berdo'a kepada-Nya, serta memutuskan dirinya dari segala hal yang menyibukkan diri dari pada-Nya.
Selasa, 16 Agustus 2011
Bom Sukhoi Dibuat Pabrikan Swasta di Malang
Embargo senjata dan tekanan internasional terhadap Pemerintah Indonesia pada masa reformasi membuat banyak pihak geram, tetapi tidak putus asa. Suku cadang pesawat militer buatan Amerika Serikat sempat diembargo, juga pembelian pesawat tempur Sukhoi buatan Rusia tak disertai persenjataan andal.
Kondisi itu mendorong Ricky Egam, pengusaha kecil asal Malang, Jawa Timur, mengembangkan persenjataan bagi pesawat tempur Sukhoi. Ricky sejak tahun 2005 merancang bangun beragam bom P-100 L ukuran 100 kilogram (250 lbs) hingga P-200 L 200 kilogram (500 lbs) yang dapat digunakan pesawat tempur TNI Angkatan Udara.
Ditemui di salah satu sudut pameran Jakarta International Defense Dialogue (JIDD) 23-25 Maret 2011, Ricky menunjukkan sederet bom warna biru dan hijau yang ditampilkan di stan Sari Bahari, perusahaan miliknya. ”Akhir tahun lalu, Sukhoi kita sudah uji coba pengeboman dengan bom buatan dalam negeri ini di Sangatta, Kalimantan Timur. Bom ini bisa juga dibawa dengan pesawat tempur F-16 Falcon dan F-5E Tiger. Sukhoi dapat membawa 20-30 unit bom dalam satu kali penerbangan (sortie),” tutur Ricky.
Serangkaian uji coba, secara statis di Jawa Timur dan peledakan dinamis dengan sejumlah varian pesawat tempur, berjalan mulus. Uji coba selalu didampingi pihak TNI dan instansi terkait.
Seorang perwira teknik TNI AU asal Pangkalan Udara Hasanuddin yang ditemui di sela-sela acara JIDD mengakui, uji coba pengeboman berlangsung efektif. ”Sukhoi kita sudah memiliki kanon 30 milimeter dan bom. Kita tinggal menunggu misil untuk memperlengkapi persenjataan Sukhoi yang sudah ada,” ujar perwira tersebut.
Bom buatan Malang itu meledak dengan mekanisme benturan (impact fuse). Casing baja bagian dalam dibuat alur sedemikian rupa sehingga pecahan ledakan menciptakan serpihan (shrapnel) dengan ukuran terukur dan dapat menghancurkan sasaran di sekitarnya.
Bom lain yang dibuat adalah bom latihan yang mengeluarkan asap apabila jatuh ke sasaran. Bom tersebut juga memiliki bobot 100 kg (250 lbs). Teknologi lain seperti pemicu dengan jeda waktu (delayed action fuse) telah dikuasai Sari Bahari. Demikian pula penjatuhan bom dengan menggunakan parasut.
Ricky mengaku pihaknya menguasai teknologi cetak dan tempa (forging and casting) untuk membuat bom-bom canggih. Pihaknya juga sukses membuat roket dengan bilah sirip lipat (folded fin assault rocket/ FFAR). Roket itu dapat diluncurkan dari pesawat ataupun platform darat seperti tabung penembak tak ubahnya senjata roket Katyusha buatan Rusia yang banyak dipakai dalam konflik di Timur Tengah.
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pembuatan bom Sukhoi di dalam negeri mengurangi ketergantungan Indonesia akan produk impor. ”Tak tertutup kemungkinan produk itu diekspor ke negara yang mengoperasikan pesawat Sukhoi,” katanya. (ong)
Kondisi itu mendorong Ricky Egam, pengusaha kecil asal Malang, Jawa Timur, mengembangkan persenjataan bagi pesawat tempur Sukhoi. Ricky sejak tahun 2005 merancang bangun beragam bom P-100 L ukuran 100 kilogram (250 lbs) hingga P-200 L 200 kilogram (500 lbs) yang dapat digunakan pesawat tempur TNI Angkatan Udara.
Ditemui di salah satu sudut pameran Jakarta International Defense Dialogue (JIDD) 23-25 Maret 2011, Ricky menunjukkan sederet bom warna biru dan hijau yang ditampilkan di stan Sari Bahari, perusahaan miliknya. ”Akhir tahun lalu, Sukhoi kita sudah uji coba pengeboman dengan bom buatan dalam negeri ini di Sangatta, Kalimantan Timur. Bom ini bisa juga dibawa dengan pesawat tempur F-16 Falcon dan F-5E Tiger. Sukhoi dapat membawa 20-30 unit bom dalam satu kali penerbangan (sortie),” tutur Ricky.
Serangkaian uji coba, secara statis di Jawa Timur dan peledakan dinamis dengan sejumlah varian pesawat tempur, berjalan mulus. Uji coba selalu didampingi pihak TNI dan instansi terkait.
Seorang perwira teknik TNI AU asal Pangkalan Udara Hasanuddin yang ditemui di sela-sela acara JIDD mengakui, uji coba pengeboman berlangsung efektif. ”Sukhoi kita sudah memiliki kanon 30 milimeter dan bom. Kita tinggal menunggu misil untuk memperlengkapi persenjataan Sukhoi yang sudah ada,” ujar perwira tersebut.
Bom buatan Malang itu meledak dengan mekanisme benturan (impact fuse). Casing baja bagian dalam dibuat alur sedemikian rupa sehingga pecahan ledakan menciptakan serpihan (shrapnel) dengan ukuran terukur dan dapat menghancurkan sasaran di sekitarnya.
Bom lain yang dibuat adalah bom latihan yang mengeluarkan asap apabila jatuh ke sasaran. Bom tersebut juga memiliki bobot 100 kg (250 lbs). Teknologi lain seperti pemicu dengan jeda waktu (delayed action fuse) telah dikuasai Sari Bahari. Demikian pula penjatuhan bom dengan menggunakan parasut.
Ricky mengaku pihaknya menguasai teknologi cetak dan tempa (forging and casting) untuk membuat bom-bom canggih. Pihaknya juga sukses membuat roket dengan bilah sirip lipat (folded fin assault rocket/ FFAR). Roket itu dapat diluncurkan dari pesawat ataupun platform darat seperti tabung penembak tak ubahnya senjata roket Katyusha buatan Rusia yang banyak dipakai dalam konflik di Timur Tengah.
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pembuatan bom Sukhoi di dalam negeri mengurangi ketergantungan Indonesia akan produk impor. ”Tak tertutup kemungkinan produk itu diekspor ke negara yang mengoperasikan pesawat Sukhoi,” katanya. (ong)
F-22 Raptor , Si Raja Udara
F-22 Raptor adalah pesawat tempur siluman buatan Amerika Serikat. Pesawat ini awalnya direncanakan untuk dijadikan pesawat tempur superioritas udara untuk digunakan menghadapi pesawat tempur Uni Soviet, tetapi pesawat ini juga dilengkapi peralatan untuk serangan darat, peperangan elektronik, dan sinyal intelijen. Pesawat ini melalui masa pengembangan yang panjang, versi prototipnya diberi nama YF-22, tiga tahun sebelum secara resmi dipakai diberi nama F/A-22, dan akhirnya diberi nama F-22A ketika resmi mulai dipakai pada Desember 2005. Lockheed Martin Aeronautics adalah kontraktor utama yang bertanggung jawab memproduksi sebagian besar badan pesawat, persenjataan, dan perakitan F-22. Kemudian mitranya, Boeing Integrated Defense Systems memproduksi sayap, peralatan avionik, dan pelatihan pilot dan perawatan.
F-22 juga bisa bermanuver dengan sangat baik pada kecepatan supersonik maupun subsonik. Penggunaan pengarah daya dorong membuatnya bisa berbelok secara tajam, dan melakukan manuver ekstrim seperti Manuver Herbst, Kobra Pugachev, dan Kulbit. F-22 juga bisa mempertahankan sudut menyerang konstan yang lebih besar dari 60°. Ketinggian terbang juga mempengaruhi serangan. Dalam latihan militer di Alaska pada Juni 2006, para pilot F-22 menyebut bahwa kemampuan terbang pada ketinggian yang lebih tinggi dari pesawat lain merupakan salah satu faktor penentu kemenangan mutlak F-22 pada latihan tersebut.Kemampuan Radar
F-22 menggunakan radar AN/APG-77 AESA yang dirancang untuk operasi superioritas udara dan serangan darat, yang sulit dideteksi pesawat lawan, menggunakan apertur aktif, dan dapat melacak beberapa target sekaligus dalam cuaca apapun. AN/APG-77 mengganti frekuensinya 1.000 kali setiap detik, membuatnya juga sangat sulit dilacak. Radar ini juga dapat memfokuskan emisi terhadap sensor lawan, membuat pesawat lawan mengalami gangguan.
Informasi pada radar ini diproses oleh dua prosesor Raytheon, yang masing-masing dapat melakukan 10,5 miliar operasi per detik, dan memiliki memori 300 megabyte. Perangkat lunak pada F-22 terdiri dari 1,7 juta baris koding, yang sebagian besar memproses data yang ditangkap radar. Radar ini memiliki jarak jangkau sekitar 125-150 mil, dan direncanakan untuk dimutakhirkan dengan jarak maksimum sekitar 250 mil.
F-22 juga memiliki beberapa fungsi yang unik untuk pesawat seukurannya. Antara lain, pesawat ini memiliki kemampuan deteksi dan identifikasi musuh yang hampir setara dengan RC-135 Rivet Joint. Kemampuan “mini-AWACS” ini membuat F-22 sangat berguna di garis depan. Pesawat ini bisa menandakan target untuk pesawat F-15 dan F-16, bahkan dapat mengetahui pesawat apa yang pesawat kawan sedang targetkan, jadi bisa membuat agar pesawat kawan tidak mengejar target yang sama.
Bus data yang digunakan pesawat ini diberi nama MIL-STD-1394B, yang dirancang khusus untuk F-22. Sistem bus ini dikembangkan dari sistem komersial FireWire (IEEE-1394), yang diciptakan oleh Apple dan sering ditemukan pada komputer Apple Macintosh. Sistem bus data ini juga akan digunakan pada pesawat tempur F-35 Lightning II.
Persenjataan
F-22 dirancang untuk membawa peluru kendali udara ke udara yang tersimpan secara internal di dalam badan pesawat agar tidak mengganggu kemampuan silumannya. Peluncuran rudal ini didahului oleh membukanya katup persenjataan lalu rudal didorong kebawah oleh sistem hidrolik. Pesawat ini juga bisa membawa bom, misalnya Joint Direct Attack Munition (JDAM) dan Small-Diameter Bomb (SDB) yang lebih baru. Selain penyimpanan internal, pesawat ini juga dapat membawa persenjataan pada empat titik eksternal, tetapi apabila ini dipakai akan sangat mengurangi kemampuan siluman, kecepatan, dan kelincahannya. Untuk senjata cadangan, F-22 membawa meriam otomatis M61A2 Vulcan 20 mm yang tersimpan di bagian kanan pesawat, meriam ini membawa 480 butir peluru, dan akan habis bila ditembakkan secara terus-menerus selama sekitar lima detik. Meskipun begitu, F-22 dapat menggunakan meriam ini ketika bertarung tanpa terdeteksi, yang akan dibutuhkan ketika rudal sudah habis.
Kemampuan Siluman
Pesawat tempur modern barat masa kini sudah memakai fitur-fitur yang membuat mereka lebih sulit dideteksi di radar dari pesawat sebelumnya, seperti pemakaian material penyerap radar. Pada F-22, selain pemakaian material penyerap radar, bentuk dan rupa F-22 juga dirancang khusus, dan detil lain seperti cantelan pada pesawat dan helm pilot juga sudah dibuat agar lebih tersembunyi. F-22 juga dirancang untuk mengeluarkan emisi infra-merah yang lebih sulit untuk dilacak oleh peluru kendali “pencari panas”.
Namun, F-22 tidak tergantung pada material penyerap radar seperti F-117 Nighthawk. Penggunaan material ini sempat memunculkan masalah karena tidak tahan cuaca buruk. Dan tidak seperti pesawat pengebom siluman B-2 Spirit yang membutuhkan hangar khusus, F-22 dapat diberikan perawatan pada hangar biasa. Selain itu, F-22 juga memiliki sistem yang bernama “Signature Assessment System”, yang akan menandakan kapan jejak radar pesawat sudah tinggi, sampai akhirnya membutuhkan pembetulan dan perawatan.
Pemakaian afterburner juga membuat emisi pesawat lebih mudah ditangkap oleh radar, ini diperkirakan adalah alasan mengapa pesawat F-22 difokuskan untuk bisa memiliki kemampuan supercruise.
Spesifikasi dan kemampuan tempur
Panjang : 62 kaki (16,90m)
Panjang Sayap : 44,5 kaki (13,55m)
Tinggi : 16,8 Kaki (5,08 m)
Berat : 14.365 kg
Area sayap : 840 kaki² (78,04 m²)
Kecepatan maksimum: ≈Mach 2,42 (2.575 km/jam) pada altituda/ketinggian tinggi
Kecepatan jelajah: Mach 1,72[18] (1.825 km/h) pada altituda/ketinggian tinggi
Jarak jangkau ferri: 2.000 mi (1.738 nm, 3.219 km)
Persenjataan yang digunakan
* Meriam: 1× 20 mm (0,787 in) M61A2 Vulcan gatling gun di pangkal sayap kiri, 480 butir peluru
* Udara ke udara:
* 6× AIM-120 AMRAAM
* 2× AIM-9 Sidewinder
Sumber :
1. a b “FY 2007 Budget Estimates.” Angkatan Udara Amerika Serikat. Februari 2006.
2. “Air Force Campaigns to Save Jet Fighter.” Wayne, L. The New York Times. 13 Januari 2005.
3. “YF-22/F-22A comparison diagram”. GlobalSecurity.org.
4. Military Aircraft Names
5. “Lockheed Martin Joint Strike Fighter Officially Named ‘Lightning II.’” Rilis pers pengelola resmi program Joint Strike Fighter. 7 Juli 2006.
6. F-22 Timeline
7. “F-22 Raptor Flight Test.” Pike, J. GlobalSecurity.org.
8. “U.S. To Declare F-22 Fighter Operational.” Agence France-Presse. 15 Desember 2005.
9. “F-22 excels at establishing air dominance.” Lopez, C. T. Air Force Print News. 23 June 2006.
10. a b c d “Turn and Burn.” Fulghum, D. A.; Fabey, M. J. Aviation Week & Space Technology. 8 Januari 2007.
11. “F-22 Initial High Angle-of-Attack Flight Results.” Peron, L. R. Air Force Flight Test Center. (Abstract)
12. a b c d e f “F-22: Unseen and Lethal.” Fulghum, D. A.; Fabey, M. J. Aviation Week & Space Technology. 8 Januari 2007. Note: Titled “Raptor Scores in Alaskan Exercise” in online edition.
13. “F-22 Avionics.” Pike, J. GlobalSecurity.org.
14. a b “The Electric Jet.” Philips, E. H. Aviation Week & Space Technology. 5 Februari 2007.
15. a b F-22 stealth. globalsecurity.org. Diakses pada Kesalahan: waktu tidak valid
16. a b c “Away Game.” Fulghum, D. A. Aviation Week & Space Technology. 8 Januari 2007.
17. (2005). Factsheets: F-22A Raptor. Air Force Link. United States Air Force. Diakses pada 18 April 2009
18. a b (2006). Flight Test Data. F-22 Raptor Team Website. Diakses pada 18 April 2009
19. Angka Mach 2,42 disebutkan oleh pilot Paul Metz. Angkatan Udara AS hanya menyebut “kelas Mach 2″—yang berarti suatu jumlah yang melebihi Mach 2.
20. Wikipedia indonesdia :http://id.wikipedia.org
21. http://usmilitary.about.com/od/afweapons/a/f22raptor.htm
Sukhoi T-50 Ditampilkan ke Publik
MOSKWA, KOMPAS.com - Pesawat tempur berteknologi stealth pertama buatan Rusia, Sukhoi T-50, akhirnya ditampilkan kepada publik untuk pertama kalinya dalam hajatan MAKS Air Show di lapangan udara Zhukovskiy, di dekat Moskwa, Selasa (16/8/2011).
Pesawat itu diharapkan akan menjadi pesaing utama pesawat tempur stealth AS, F-22 Raptor dan F-35 Lightning II.
Pesawat tempur generasi kelima, yang dikembangkan bersama oleh Rusia dan India itu, terbang perdana Januari lalu di salah satu pangkalan udara Rusia di Timur Jauh. Namun, penampilan hari Selasa adalah penampilan perdana di depan publik, yang menunjukkan para pembuat pesawat itu sudah percaya diri dengan kemampuannya.
Hari Rabu (17/8/2011) besok, dua purwarupa pesawat berwarna perak itu akan memeragakan berbagai manuver aerobatik di hadapan para pengunjung MAKS Air Show, termasuk Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin. Kesempatan ini akan menjadi kesempatan yang ditunggu-tunggu para pecinta dunia dirgantara di seluruh dunia.
Mikhail Pogosyan, Presiden United Aircraft Corporation yang memproduksi pesawat ini, mengatakan, T-50 nantinya tak hanya menjadi tulang punggung kekuatan AU Rusia, tetapi juga AU India. India bahkan dikabarkan memesan lebih banyak pesawat, yakni 200 pesawat, dibandingkan dengan AU Rusia, yang hanya memesan sekitar 150 pesawat.
United Aircraft berambisi menjual sedikitnya 1.000 pesawat T-50 dalam beberapa dekade mendatang, dan menguasai setidaknya sepertiga dari pangsa pasar pesawat tempur berteknologi stealth (siluman, tak terdeteksi radar) di dunia. Untuk bersaing dengan pesawat-pesawat setara buatan AS, T-50 akan dijual dengan harga lebih murah.
Perkiraan sementara menyebut, pesawat canggih itu akan dijual dengan harga tak lebih dari 100 juta dollar AS (Rp 852,5 miliar) per unit. Bandingkan dengan harga F-22 Raptor yang dihargai 140 juta dollar AS.
Para pejabat Rusia mengatakan, versi final Sukhoi T-50 ini baru akan selesai akhir 2016. Meski demikian, Kepala Staf AU Rusia Kolonel Jenderal Alexander Zelin, berharap, pesawat pertama pesanan AU Rusia sudah bisa dikirim dalam tiga tahun mendatang.
Proyek pesawat ini sudah dimulai sejak dekade 1980, dengan tujuan membangun pesawat untuk menggantikan armada MiG-29 dan Su-27 AU Uni Soviet yang sudah mulai menua. Namun, proyek ini kemudian kesulitan dana dan sempat dihentikan. Sampai akhirnya India bersedia digandeng untuk bekerja sama akhir 2010 lalu.
Jika dibandingkan dengan AS, pengembangan pesawat siluman Rusia tertinggal cukup jauh. Saat ini, AS bahkan sudah akan mengoperasikan armada pesawat tempur stealth kedua, yakni F-35 Lightning II, yang juga akan dijual ke beberapa negara sekutu AS di NATO.
Zelin mengatakan, untuk menutup ketimpangan kekuatan angkatan udara sampai T-50 siap dioperasikan penuh, AU Rusia akan mengandalkan versi terbaru pesawat tempur MiG, yakni MiG-35. "Kami belum menghentikan proyek MiG-35D. Tetapi pada akhirnya, kami akan melakukan transisi penuh ke (armada) T-50," tutur Zelin. (AFP/DHF)
Pesawat itu diharapkan akan menjadi pesaing utama pesawat tempur stealth AS, F-22 Raptor dan F-35 Lightning II.
Pesawat tempur generasi kelima, yang dikembangkan bersama oleh Rusia dan India itu, terbang perdana Januari lalu di salah satu pangkalan udara Rusia di Timur Jauh. Namun, penampilan hari Selasa adalah penampilan perdana di depan publik, yang menunjukkan para pembuat pesawat itu sudah percaya diri dengan kemampuannya.
Hari Rabu (17/8/2011) besok, dua purwarupa pesawat berwarna perak itu akan memeragakan berbagai manuver aerobatik di hadapan para pengunjung MAKS Air Show, termasuk Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin. Kesempatan ini akan menjadi kesempatan yang ditunggu-tunggu para pecinta dunia dirgantara di seluruh dunia.
Mikhail Pogosyan, Presiden United Aircraft Corporation yang memproduksi pesawat ini, mengatakan, T-50 nantinya tak hanya menjadi tulang punggung kekuatan AU Rusia, tetapi juga AU India. India bahkan dikabarkan memesan lebih banyak pesawat, yakni 200 pesawat, dibandingkan dengan AU Rusia, yang hanya memesan sekitar 150 pesawat.
United Aircraft berambisi menjual sedikitnya 1.000 pesawat T-50 dalam beberapa dekade mendatang, dan menguasai setidaknya sepertiga dari pangsa pasar pesawat tempur berteknologi stealth (siluman, tak terdeteksi radar) di dunia. Untuk bersaing dengan pesawat-pesawat setara buatan AS, T-50 akan dijual dengan harga lebih murah.
Perkiraan sementara menyebut, pesawat canggih itu akan dijual dengan harga tak lebih dari 100 juta dollar AS (Rp 852,5 miliar) per unit. Bandingkan dengan harga F-22 Raptor yang dihargai 140 juta dollar AS.
Para pejabat Rusia mengatakan, versi final Sukhoi T-50 ini baru akan selesai akhir 2016. Meski demikian, Kepala Staf AU Rusia Kolonel Jenderal Alexander Zelin, berharap, pesawat pertama pesanan AU Rusia sudah bisa dikirim dalam tiga tahun mendatang.
Proyek pesawat ini sudah dimulai sejak dekade 1980, dengan tujuan membangun pesawat untuk menggantikan armada MiG-29 dan Su-27 AU Uni Soviet yang sudah mulai menua. Namun, proyek ini kemudian kesulitan dana dan sempat dihentikan. Sampai akhirnya India bersedia digandeng untuk bekerja sama akhir 2010 lalu.
Jika dibandingkan dengan AS, pengembangan pesawat siluman Rusia tertinggal cukup jauh. Saat ini, AS bahkan sudah akan mengoperasikan armada pesawat tempur stealth kedua, yakni F-35 Lightning II, yang juga akan dijual ke beberapa negara sekutu AS di NATO.
Zelin mengatakan, untuk menutup ketimpangan kekuatan angkatan udara sampai T-50 siap dioperasikan penuh, AU Rusia akan mengandalkan versi terbaru pesawat tempur MiG, yakni MiG-35. "Kami belum menghentikan proyek MiG-35D. Tetapi pada akhirnya, kami akan melakukan transisi penuh ke (armada) T-50," tutur Zelin. (AFP/DHF)
Langganan:
Komentar (Atom)




























