Kamis, 05 Januari 2012

Plastik oh Plastik....

Coba perhatikan, setiap kemasan plastik pasti punya kode (kecuali kalo produsennya nakal…) yang bisa berbeda- beda antara kemasan yang satu dengan kemasan lainnya. Kode berupa segitiga yang di dalamnya terdapat angka ini disebut kode identifikasi resin yang diciptakan oleh The Society of Plastic Industries (SPI) pada tahun 1988.
Dengan sistem pengkodean ini, kita bisa membedakan tipe plastik yang dapat didaur ulang dan yang tidak; juga tipe plastik yang tergolong aman dipakai dan yang berbahaya. Makanya, kita wajib tahu arti kode- kode yang ada di plastik itu.

1.       PETE  atau PET (polyethylene terephthalate)

Plastik jenis ini biasanya digunakan untuk botol plastik yang jernih, transparan, atau tembus pandang kayak botol air mineral dan botol jus.
PET  hanya boleh dipakai untuk satu kali pemakaian.

2.       HDPE (high density polyethylene)

Plastik jenis ini biasanya dipakai untuk botol yang berwarna putih susu.


















Sama kayak PET,  HDPE hanya boleh dipakai untuk satu kali pemakaian.  Jangan coba- coba untuk mengisinya dengan air hangat atau panas. Soalnya, kandungan Bisphenol- A yang ada dalam plastik bisa larut dan disinyalir bisa menyebabkan kanker payudara.
3.       V atau PVC (polyvinyl chloride)
      Mungkin kita sering melihat plastik ini buat bahan pipa air. Salah satu penggunannya memang sebagai bahan pembuatan pipa air.
      
Plastik ini paling susah didaur ulang.
Nah, kalo buat kemasan, kita bisa menemukannya pada plastik pembungkus (cling wrap) dan berbagai macam botol.
Sama kayak #1 dan #2, kandungan yang ada dalam #3 ini juga bisa masuk ke makanan berminyak jika dipanaskan. Parahnya lagi, PVC ini sangat berbahaya untuk ginjal dan hati.
4.       LDPE (low density polyethylene)
      
Barang- barang dengan kode #4 ini dapat didaur ulang. Maksudnya, bisa dipakai lebih dari satu kali tapi nggak mudah dihancurkan.
Kita bisa menemukan plastik jenis ini pada tempat makan atau botol yang lembek.
5.       PP (polypropylene)
Plastik jenis ini lebih aman daripada jenis lainnya
Usahakan membeli produk yang terbuat dari plastik jenis ini, terutama barang yang berhubungan dengan makanan dan minuman, kayak kotak makanan dan botol minuman.
6.       PS (polystyrene)
PS biasanya digunakan sebagai bahan tempat makan styrofoam atau tempat minum sekali pakai. Bahan styrene yang merupakan penyusun polystyrene bisa bocor ke makanan walaupun cuma bersentuhan dan bahan ini sangat berbahaya bagi otak dan jaringan saraf.
Makanya, Amerika Serikat dan China sudah melarang pemakaian tempat makan dan minum berbahan styrofoam.
Hmmm… bagaimana dengan negara kita?
7.       Other (biasanya polycarbonate)
      
Bahan utama polycarbonate adalah Bisphenol- A yang dapat merusak sistem hormon.
Jadi, usahakan untuk tidak menggunakan produk berbahan plastik ini ya….

Friends, mulai sekarang sebaiknya cek dulu kemasan makanan atau minuman yang kita beli dan pakai.
Lebih baik berhati- hati daripada terkena penyakit yang tentu saja tidak kita inginkan.
Setuju???  :)
Sumber: KAWANKU no. 26- 2008, dengan sedikit perubahan.